Kurma dan Kehamilan: Tradisi yang Kini Diteliti

Mengonsumsi kurma selama kehamilan, terutama menjelang persalinan, adalah tradisi yang sudah lama dilakukan di banyak budaya. Menariknya, dalam beberapa tahun terakhir sejumlah peneliti mulai menguji apakah kebiasaan ini memiliki dasar ilmiah. Sebagai toko kurma yang ingin memberi informasi jujur, kami merangkum temuan tersebut di sini. Penting dicatat: artikel ini bersifat informatif, bukan nasihat medis. Setiap ibu hamil sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau bidan.

Apa Kata Penelitian Klinis

Beberapa uji klinis acak (randomized controlled trial) meneliti efek konsumsi kurma pada minggu-minggu terakhir kehamilan. Salah satu studi pada 210 wanita di usia kehamilan 37–38 minggu menemukan bahwa kelompok yang mengonsumsi kurma (sekitar 70–75 gram per hari) menjelang persalinan memiliki skor Bishop dan pembukaan serviks lebih tinggi saat masuk rumah sakit dibanding kelompok yang tidak.

Studi lain pada sekitar 69 wanita yang mengonsumsi 6 butir kurma per hari mulai usia 36 minggu mengamati pembukaan serviks yang lebih besar saat masuk, persalinan spontan yang lebih tinggi, serta berkurangnya kebutuhan induksi. Beberapa meta-analisis juga menyimpulkan konsumsi kurma di akhir kehamilan dikaitkan dengan pembukaan serviks lebih tinggi saat masuk dan berkurangnya kebutuhan induksi persalinan.

Catatan Penting

Para peneliti sendiri menekankan perlunya studi berskala lebih besar untuk memperkuat temuan ini. Hasil di atas adalah asosiasi, dan respons tiap individu bisa berbeda. Jangan menjadikan kurma sebagai pengganti pemeriksaan dan saran tenaga medis.

Kenapa Kurma Bisa Bermanfaat Secara Gizi

Di luar topik persalinan, kurma memang padat gizi yang bermanfaat selama kehamilan:

  • Energi alami — gula alami kurma memberi energi cepat, membantu saat ibu mudah lelah.
  • Serat — membantu mengatasi sembelit yang umum saat hamil.
  • Kalium & magnesium — mendukung keseimbangan cairan dan fungsi otot.
  • Zat besi — kurma seperti Safawi mengandung zat besi yang mendukung pembentukan darah.
  • Folat dalam jumlah kecil — kurma menyumbang sebagian kebutuhan, meski suplemen folat tetap mengikuti anjuran dokter.

Berapa Banyak dan Kapan?

Studi-studi di atas umumnya menggunakan sekitar 6 butir atau 70–75 gram per hari pada trimester akhir. Namun, kebutuhan tiap ibu berbeda, terutama bagi yang memiliki diabetes gestasional — karena kurma tinggi gula alami. Karena itu, jumlah dan waktu konsumsi sebaiknya disesuaikan dengan anjuran dokter atau bidan.

Jenis Kurma yang Cocok untuk Ibu Hamil

JenisAlasan
SukariLembut, mudah dimakan, energi cepat
MedjoolDaging tebal, mengenyangkan, kaya serat
SafawiKaya zat besi, mendukung darah
AjwaLembut, nilai keberkahan

Kesimpulan

Penelitian awal menunjukkan kurma berpotensi membantu kesiapan persalinan, dan secara gizi kurma bermanfaat selama kehamilan. Namun semua tetap dalam bingkai konsultasi medis. Jika dokter Anda menyetujui, Toko Kurma Nusantara menyediakan kurma berkualitas — Sukari, Medjool, Safawi, hingga Ajwa — dengan pengiriman cepat ke seluruh Jabodetabek.